Sabtu, 21 Mei 2016

kerugian ekonomi pasien rawat inap usia produktif pada lima penyakit utama (GEA,APP, TBC,Thypoid dan Stroke,)




A.         Latar Belakang
Jumlah penduduk Indonesia tahun 2025 diperkirakan mencapai 273,7 juta jiwa atau mengalami kenaikan 67,9 juta jiwa dari jumlah penduduk tahun 2000 sebanyak 205,8 juta jiwa. Pada tahun 2025 angka harapan hidup penduduk Indonesia juga mengalami peningkatan menjadi 73,7 tahun dari 69 tahun.(www.solusipeduli.com,2005).
Jumlah penduduk usia produktif 15-64 tahun sebanyak 132,976 juta jiwa menjadi 187,998 juta jiwa pada tahun 2025. Meningkatnya penduduk usia produktif ini berdampak pada penurunan rasio ketergantungan. Saat ini 100 orang produktif menanggung 50 orang tidak produktif. Jumlah penduduk usia 65 tahun keatas pada tahun 2000 hanya 9,674 juta jiwa atau 4,7 persen menjadi 23,260 juta jiwa, itu berarti jumlah penduduk yang ditanggung oleh usia produktif menjadi lebih besar. Belum lagi ditambah dengan jumlah penduduk miskin yang saat ini 36 juta jiwa akan memperumit permasalahan.
Pemerintah mengeluarkan biaya untuk sektor kesehatan yang tercermin dalam APBN 2005 hanya berkisar 2,6% dari seluruh anggaran pertahun dalam dasawarsa terakhir ini. Sendangkan pengeluaran dari masyarakat untuk kesehatan masih berkisar 2,3%. Dengan demikian bahwa dana kesehatan masih jauh dari memadai. Dalam kurun waktu terakhir ini banyak gagasan yang diperlukan tentang perlunya pemerintah memberikan alokasi dana lebih besar untuk sektor kesehatan dengan alasan selain kesehatan penting untuk pembangunan sumber daya manusia yang bermutu, yang sangat diperlukan untuk melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan masa kini dan masa datang, juga karena kesehatan adalah hak asasi manusia yang perlu mewujudkan kerjasama. selain kebijaksanaan pemerintah yang mengarah ke desentralisasi sehubungan dengan otonomi daerah, demikian pula sektor kesehatan utamanya mengenai masalah pembiayaan yang tidak lagi bertumpu kepada pemerintah pusat. Oleh karena kebijaksanaan kesehatan terletak pada pemerintah daerah yaitu propinsi dan kabupaten/kota. Untuk itu diperlukan suatu kemampuan untuk melakukan advokasi dimana alokasi untuk sektor kesehatan adalah sangat esensial bagi peningkatan mutu dan produktifitas sumber daya manusia dan penyusunan anggaran kesehatan yang realitis yang didasarkan pada perhitungan biaya secara rinci.
Kepala pusat kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI Ascobat Gani, dalam makalahnya menuturkan, Stroke merupakan penyakit yang menimbulkan dampak sosial ekonomi sangat besar dan luas. Selain memerlukan biaya tinggi untuk pengobatan dan rehabilitasi,penyakit itu juga menimbulkan kerugian berupa hilangnya waktu produktif (www.kompas.com 2005).
Setiap tahunnya Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140 ribu kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC,dan merupakan negara ketiga terbesar didunia dan pembunuh nomor satu di antara penyakit menular. Sebagian besar penderita TBC adalah mereka dengan usia produktif (warta gardunas TBC 2005).
Jumlah lansia secara nasional ada 7,6 persen dari total jumlah penduduk.DIY paling tinggi (13,7 persen) dan Sulawesi selatan (7,63 persen) urutan ke enam dari seluruh provinsi di Indonesia.  Usia harapan hidup makin tinggi,hal ini membawa beban tersendiri bagi kelompok usia produktif(www.indomedia.com 2005).
Hasil penelitian yang dilakukan Mansur tahun 2001 bahwa total kerugian ekonomi (economic lost) pasien rawat inap usia produktif pada lima penyakit utama di RSU Labuang Baji Kota Makassar Rp. 289.560.000,-
Hasil penelitian yang dilakukan Aswad tahun 2004 bahwa total kerugian ekonomi (economic lost) pasien rawat inap usia produktif pada lima penyakit utama di RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo Rp. 553.159.315,-
Menurut data dari Medical Record RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo tahun 2005 dari lima penyakit utama penderita rawat inap di rumah sakit dimana Diare (GEA) masih mempunyai jumlah kasus terbanyak yaitu 1.364 kasus, APP 395 kasus,Thypoid 316 kasus, TBC 281 kasus dan Stroke 241 kasus. Hal ini berkaitan dengan masalah kesehatan seperti kondisi rumah yang tidak sehat, tidak tersedianya air bersih yang cukup, makanan dan minuman yang kurang hygienis juga berhubungan dengan perilaku hidup. Dengan meningkatnya jumlah kasus penyakit, maka akan terjadi peningkatan biaya untuk menanggulanginya baik dari masyarakat maupun dari pemerintah.
Berdasarkan masalah-masalah tersebut diatas, maka penulis berkeinginan mengadakan penelitian terhadap lima penyakit utama yang berkaitan kehilangan hari produktif karena sakit dan kerugian ekonomi pada saat sakit   di Kota Gorontalo.

B.          Rumusan Masalah
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui tentang beberapa hal, yaitu :
1.      Berapa lama waktu produktif yang hilang (rata-rata hari rawat inap) jika seseorang menderita salah satu penyakit dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.
2.      Berapa besar biaya langsung yaitu biaya yang dikeluarkan berhubungan dengan proses pengobatan dan perawatan jika seorang menderita salah satu dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.
3.      Berapa besar biaya tak langsung yaitu biaya yang tidak berhubungan dengan proses pengobatan dan perawatan jika seseorang menderita salah satu dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.
4.      Berapa besar total biaya langsung dan biaya tak langsung yang dikeluarkan jika seseorang menderita salah satu dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.
5.      Berapa besar pendapatan yang hilang akibat waktu produktif yang hilang (hari rawat inap) jika seseorang menderita salah satu dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.
6.      Berapa total kerugian ekonomi jika sesorang menderita salah satu dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.

C.          Tujuan Penelitian
1.      Tujuan Umum
Untuk mengetahui total kerugian ekonomi pasien rawat inap usia produktif pada lima penyakit utama (GEA,APP, TBC,Thypoid dan Stroke,) di Gorontalo
2.      Tujuan Khusus
a.       Untuk mengetahui lama waktu hari produktif yang hilang (rata-rata lama hari rawat inap) jika seseorang menderita salah satu penyakit dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.
b.      Untuk megetahui besar biaya tak langsung, yaitu biaya dikeluarkan yang berhubungan dengan proses pengobatan dan perawatan jika seseorang menderita salah satu penyakit dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.
c.       Untuk mengetahui besar biaya tak langsung, yaitu biaya yang dikeluarkan yang tidak berhubungan dengan proses pengobatan dan perawatan jika seseorang menderita salah satu penyakit dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.
d.      Untuk mengetahui total biaya langsung dan biaya tak langsung yang dikeluarkan jika seseorang menderita salah satu penyakit dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.
e.       Untuk mengetahui besar pendapatan yang hilang akibat waktu produktif yang hilang (hari rawat inap) jika seseorang menderita salah satu penyakit dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.
f.       Untuk mengetahui total kerugian ekonomi jika seseorang menderita salah satu penyakit dari lima penyakit utama di RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo.
D.          Manfaat Penelitian
1.        Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi dan bahan acuan bagi sektor-sektor terkait dengan kebijaksanaan pembiayaan kesehatan terutama Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dan RSUD Prof.Dr.H.Aloei Saboe Kota Gorontalo dalam mengambil kebijakan dalam hal pembiayaan kesehatan.
2.          Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi untuk melakukan advocacy dan untuk meyakinkan anggota DPRD dan Walikota Gorontalo dalam hal ini mengambil kebijakan dalam hal pembiayaan kesehatan.
3.          Hal penelitian ini dapat menjadi bahan bacaan dan bahan pembandingan untuk penelitian serupa pada tempat dan penyakit yang berbeda bagi penelitian yang lain.
4.          Bagi penelitian sendiri merupakan pengalaman berharga dalam memperluas wawasan dan upaya menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan.

untuk skripsi selengkapnya dapat  
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar